BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tahukah kalian, mengapa
tub uh kita bisa terserang penyakit? , Hal Itu Karena Disebabkan fungsi dari
Sistem Imun Kita Menurun, didalam tubuh
kita terdapat mekanisme perlindungan yang dinamakan sistem imun. Ia dirancang untuk
mempertahankan tubuh kita terhadap jutaan bakteri, mikroba, virus, racun dan
parasit yang setiap saat menyerang tubuh kita.
Sistem imun terdiri
dari ratusan mekanisme dan proses yang berbeda yang semuanya siap bertindak
begitu tubuh kita diserang oleh berbagai bibit penyakit seperti virus, bakteri,
mikroba, parasit dan polutan. Sebagai contoh adalah cytokines yang mengarahkan
sel-sel imun ke tempat infeksi, untuk melakukan proses penyembuhan.
Karena di hari ini kita hidup di lingkungan yang selalu dikelilingi oleh
berbagai ancaman bibit penyakit maka memiliki dan memelihara Sistem imun yang
sehat & optimal menjadi sangat penting.
Olehkarena itu kita sangat penting mengetahui apa itu sistem imun, Dalam
makalah ini akan di bahas tentang anatomi dan fisiologi dari sistem imun,
yang dapat kita pelajari.
B.
TUJUAN
Setelah kita engetahui anatomi dan fisiologi di
harapkan kita dapat menerapkan dalam lingkungan bagaimana cara kita
mempertahankan sistem imun kita agar bekerja dengan sempurna.
BAB II PEMBAHASAN
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM IMUN
A.PENGERTIAN
Sistem Imun (bahasa
Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan
terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk
virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam
perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada
autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor. (Wikipedia.com)
Sistem kekebalan
atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang
dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan
bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri
dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika
sistemkekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga
menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat
berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap
sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan
resiko terkena beberapa jenis kanker.
B.
FUNGSI
1. Melindungi tubuh dari invasi penyebab
penyakit menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing
(bakteri, parasit, jamur, dan virus, serta tumor) yang masuk ke dalam tubuh
2. Menghilangkan jaringan atau sel yg mati atau
rusak untuk perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang
abnormal
Sasaran utama: bakteri patogen & virus
Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast)
Sasaran utama: bakteri patogen & virus
Leukosit merupakan sel imun utama (disamping sel plasma, makrofag, & sel mast)
· C.
LETAK-LETAK SISTEM IMUN
a. Sumsum
Semua sel sistem
kekebalan tubuh berasal dari sel-sel induk dalam sumsum tulang. Sumsum tulang
adalah tempat asal sel darah merah, sel darah putih (termasuk limfosit dan
makrofag) dan platelet. Sel-sel dari sistem kekebalan tubuh juga terdapat di
tempat lain.
·
b. Timus
Dalam kelenjar timus
sel-sel limfoid mengalami proses pematangan sebelum lepas ke dalam sirkulasi.
Proses ini memungkinkan sel T untuk mengembangkan atribut penting yang dikenal
sebagai toleransi diri.
·
c. Getah bening
Kelenjar getah bening
berbentuk kacang kecil terbaring di sepanjang perjalanan limfatik. Terkumpul
dalam situs tertentu seperti leher, axillae, selangkangan dan para-aorta
daerah. Pengetahuan tentang situs kelenjar getah bening yang penting dalam
pemeriksaan fisik pasien.
Getah adalah basa (pH> 7,0) cairan yang biasanya jelas,
transparan, dan tidak berwarna. Mengalir di pembuluh limfatik dan jaringan
mandi dan organ dalam meliput pelindung. Tidak ada sel darah merah dalam getah
bening dan memiliki kandungan protein lebih rendah dari darah. Seperti darah,
hal ini sedikit lebih berat daripada air (densitas = 1,019 ± 0,003). Getah
bening mengalir dari cairan interstisial melalui pembuluh limfatik sampai
dengan baik duktus toraks atau saluran getah bening kanan, yang berakhir di
pembuluh darah subklavia, dimana getah bening dicampur ke dalam darah. (Duktus
getah bening yang tepat mengalir di sisi kanan leher, dada, dan kepala,
sedangkan duktus toraks menguras seluruh tubuh.) Limfe membawa lipid dan
vitamin yang larut dalam lemak diserap dari saluran gastrointestinal (GI).
Karena tidak ada pompa aktif dalam sistem getah bening, tidak ada
tekanan-kembali diproduksi. Pembuluh limfatik, seperti vena, memiliki arah
katup yang mencegah aliran balik. Selain itu, sepanjang kapal tersebut terdapat
kelenjar getah bening berbentuk kacang kecil yang berfungsi sebagai filter dari
cairan limfatik. Hal ini dalam kelenjar getah bening di mana antigen biasanya
disajikan kepada sistem kekebalan tubuh.
Sistem limfoid manusia sebagai berikut:
· organ utama: tulang sumsum (di pusat cekungan
tulang) dan kelenjar timus (terletak di belakang tulang dada di atas jantung),
dan
· sekunder organ pada atau dekat portal
kemungkinan masuknya patogen: kelenjar gondok, amandel, limpa (terletak di
bagian kiri atas perut), kelenjar getah bening (di sepanjang pembuluh limfatik
dengan konsentrasi di leher, ketiak, perut, dan pangkal paha), Peyer’s patch
(dalam usus), dan usus buntu.

·
c. Mukosa jaringan limfoid terkait (MALT)
Di samping jaringan
limfoid berkonsentrasi dalam kelenjar getah bening dan limpa, jaringan limfoid
juga ditemukan di tempat lain, terutama saluran pencernaan, saluran pernafasan
dan saluran urogenital.
D.MEKANISME PERTAHANAN
a. Non Spesifik
·
Dilihat dari caranya diperoleh, mekanisme pertahanan non spesifik disebut juga respons imun alamiah. Yang merupakan
mekanisme pertahanan non spesifik tubuh
kita adalah kulit dengan kelenjarnya, lapisan mukosa dengan enzimnya, serta kelenjar lain dengan enzimnya seperti kelenjar air mata.
kita adalah kulit dengan kelenjarnya, lapisan mukosa dengan enzimnya, serta kelenjar lain dengan enzimnya seperti kelenjar air mata.
Demikian pula sel
fagosit (sel makrofag, monosit, polimorfonuklear) dan komplemen merupakan
komponen mekanisme pertahanan non spesifik.
Imunitas non spesifik merupakan respon awal
terhadap mikroba untuk mencegah,mengontrol dan mengeliminasi terjadinya infeksi
pada host, merangsang terjadinya imunitas spesifik untuk mengoptimalkan
efektifitas kerja dan Hanya bereaksi terhadap mikroba ,bahan bahan akibat
kerusakan sel (heat shock protein) dan memberikan respon yang sama untuk
infeksi yang berulang.
a. pertahanan fisik : kulit, selaput lendir , silia saluran pernafasan
b. pertahanan kimia : bahan yang disekresi mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kel kulit, telinga, asam HCL dalam cairan lambung , lisosim yang dikeluarkan oleh makrofag menghancurkan kuman gram – dengan bantuan komplemen, keringat, ludah , air mata dan air susu
( melawan kuman gram + )
c. pertahanan humoral
- komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruktif bakteri dan parasit ( menghancurkan sel membran bakteri, faktor kemotaktik yang mengarahkan makrofag ke tempat bakteri, diikat pada permukaan bakteri yg memudahkan makrofag untuk mengenal dan memakannya
- interferon – suatu glikoprotein yg dihasilkan sel manusia yg mengandung nukleus dan dilepaskan sebagai respons terhadap infeksi virus.
a. pertahanan fisik : kulit, selaput lendir , silia saluran pernafasan
b. pertahanan kimia : bahan yang disekresi mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kel kulit, telinga, asam HCL dalam cairan lambung , lisosim yang dikeluarkan oleh makrofag menghancurkan kuman gram – dengan bantuan komplemen, keringat, ludah , air mata dan air susu
( melawan kuman gram + )
c. pertahanan humoral
- komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruktif bakteri dan parasit ( menghancurkan sel membran bakteri, faktor kemotaktik yang mengarahkan makrofag ke tempat bakteri, diikat pada permukaan bakteri yg memudahkan makrofag untuk mengenal dan memakannya
- interferon – suatu glikoprotein yg dihasilkan sel manusia yg mengandung nukleus dan dilepaskan sebagai respons terhadap infeksi virus.
b. Mekanisme Pertahanan Spesifik
·
Bila pertahanan non spesifik belum dapat mengatasi invasi mikroorganisme maka imunitas spesifik akan terangsang.
Mekanisme pertahanan spesifik adalah mekanisme pertahanan yang diperankan oleh
sel limfosit, dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya seperti
sel makrofag dan komplemen.
·
Dilihat dari caranya diperoleh maka mekanisme pertahanan spesifik disebut
juga respons imun didapat. Mekanisme Pertahanan Spesifik (Imunitas
Humoral dan Selular)
·
Imunitas humoral adalah imunitas yang diperankan oleh sel limfosit B dengan
atau
tanpa bantuan sel imunokompeten lainnya. Tugas sel B akan dilaksanakan oleh
imunoglobulin yang disekresi oleh sel plasma. Terdapat lima kelas imunoglobulin yang kita kenal, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD, dan IgE.
tanpa bantuan sel imunokompeten lainnya. Tugas sel B akan dilaksanakan oleh
imunoglobulin yang disekresi oleh sel plasma. Terdapat lima kelas imunoglobulin yang kita kenal, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD, dan IgE.
·
Imunitas selular didefinisikan sebagai suatu respons imun terhadap
antigen yang
diperankan oleh limfosit T dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya.
diperankan oleh limfosit T dengan atau tanpa bantuan komponen sistem imun lainnya.
b.1.Komponen Sistem Imun Spesifik
b.1.1Barier Sel Epitel
Sel epitel yang utuh merupakan barier fisik terhadap mikroba dari
lingkungan dan menghasilkan peptida yang berfungsi sebagai antibodi natural.
Didalam sel epitel barier juga terdapat sel limfosit T dan B, tetapi
diversitasnya lebih rendah daripada limfosit T dan B pada sistem imun spesifik.
Sel T limfosit intraepitel akan menghasilkan sitokin, mengaktifkan fagositosis
dan selanjutnya melisiskan mikroorganisme. Sedangkan sel B limfosit intraepitel
akan menghasilkan IG M.
b.1.2 Neutrofil dan Makrofag
Ketika terdapat mikroba dalam tubuh, komponen pertama yang bekerja adalah
neutrofil dan makrofag dengan cara ingesti dan penghancuran terhadap mikroba
tersebut. Hal ini di karenakan makrofag dan neutrofil mempunyai reseptor di
permukaannya yang bisa mengenali bahan intraselular (DNA), endotoxin dan
lipopolisakarida pada mikroba yang selanjutnya mengaktifkan aktifitas
antimikroba dan sekresi sitokin.
b.1.3 NK Sel
NK sel mampu mengenali virus dan komponel internal mikroba. NK sel di
aktifasi oleh adanya antibodi yang melingkupi sel yang terinfeksi virus, bahan intrasel
mikroba dan segala jenis sel yang tidak mempunyai MCH class I. Selanjutnya NK
sel akan menghasilkan porifrin dan granenzim untuk merangsang tterjadinya
apoptosis.
Antibodi (Immunoglobulin)
sAntibodi (bahasa Inggris:antibody,
gamma globulin)adalah
glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B
yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu
dan reaktif terhadap antigen tersebut. Pembagian Immunglobulin
Antibodi A (bahasa Inggris: Immunoglobulin
A, IgA) adalah antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas mukosis
(en:mucosal immune). IgA banyak ditemukan pada bagian sekresi tubuh (liur,
mukus, air mata, kolostrum dan susu) sebagai sIgA (en:secretoryIgA) dalam
perlindungan permukaan organ tubuh yang terpapar dengan mencegah penempelan
bakteri dan virus ke membran mukosa. Kontribusi fragmen konstan sIgA dengan
ikatan komponen mukus memungkinkan pengikatan mikroba.
Antibodi D (bahasa Inggris: Immunoglobulin D, IgD) adalah sebuah monomer
dengan fragmen yang dapat mengikat 2 epitop. IgD ditemukan pada permukaan
pencerap sel B bersama dengan IgM atau sIga, tempat IgD dapat mengendalikan
aktivasi dan supresi sel B. IgD berperan dalam mengendalikan produksi
autoantibodi sel B. Rasio serum IgD hanya sekitar 0,2%.
Antibodi E (bahasa Inggris: antibody E, immunoglobulin E, IgE) adalah jenis
antibodi yang hanya dapat ditemukan pada mamalia. IgE memiliki peran yang besar
pada alergi terutama pada hipersensitivitas tipe 1. IgE juga tersirat dalam
sistem kekebalan yang merespon cacing parasit (helminth) seperti Schistosoma
mansoni, Trichinella spiralis, dan Fasciola hepatica, serta terhadap
parasit protozoa tertentu sepertiPlasmodium falciparum, dan artropoda.
Antibodi G (bahasa Inggris: Immunoglobulin G, IgG) adalah antibodi monomeris
yang terbentuk dari dua rantai berat dan rantai ringan , yang saling mengikat dengan ikatan disulfida, dan mempunyai dua fragmen
antigen-binding. Populasi IgG paling tinggi dalam tubuh dan terdistribusi cukup
merata di dalam darah dan cairan tubuh dengan rasio serum sekitar 75% pada
manusia dan waktu paruh 7 hingga 23 hari bergantung pada sub-tipe.
Antibodi M (bahasa Inggris: Immunoglobulin M, IgM, macroglobulin)
adalah antibodi dasar yang berada pada plasma B. Dengan rasio serum 13%, IgM
merupakan antibodi dengan ukuran paling besar, berbentuk pentameris 10 area
epitop pengikat, dan teredar segera setelah tubuh terpapar antigen sebagai
respon imunitas awal (en:primary immune response) pada rentang waktu paruh sekitar 5 hari. Bentuk monomeris
dari IgM dapat ditemukan pada permukaan limfosit- B dan reseptor sel-B. IgM
adalah antibodi pertama yang tercetus pada 20 minggu pertama masa janin
kehidupan seorang manusia dan berkembang secara fitogenetik (en:phylogenetic).
Fragmen konstan IgM adalah bagian yang
menggerakkan lintasan komplemen klasik.
E.Macam-macam
imun
d.1 Imunitas
bawaan
Sistem kekebalan bawaan adalah apa yang kita
dilahirkan dengan dan itu spesifik, semua antigen diserang sama cukup banyak.
Hal ini genetik berdasarkan dan kami sebarkan ke anak cucu kita.
Permukaan Hambatan atau Imunitas Mukosa
Dan, tentu saja, yang paling penting penghalang
pertama adalah kulit. Kulit tidak dapat ditembus oleh sebagian besar organisme
kecuali jika sudah memiliki celah, seperti goresan, nick, atau dipotong.
Mekanis, patogen dikeluarkan dari paru-paru dengan tindakan ciliary sebagai
langkah rambut-rambut kecil di gerakan ke atas, batuk dan bersin tiba-tiba
mengeluarkan baik dan tak hidup makhluk hidup dari sistem pernafasan, aksi
penyiraman air mata, air liur, dan urin juga memaksa keluar patogen , seperti
halnya off peluruhan kulit. Lengket lendir di saluran pencernaan dan pernafasan
perangkap banyak mikroorganisme. PH asam (<7,0) dari sekresi kulit
menghambat pertumbuhan bakteri. Folikel rambut mengeluarkan sebum yang
mengandung asam laktat dan asam lemak baik yang menghambat pertumbuhan beberapa
bakteri patogen dan jamur. Area kulit tidak ditutupi dengan rambut, seperti
telapak tangan dan telapak kaki, yang paling rentan terhadap infeksi jamur.
Pikirkan’s kaki atlet. Air liur, air mata, sekresi hidung, dan keringat
mengandung lisozim, suatu enzim yang menghancurkan dinding sel bakteri positif
Gram menyebabkan lisis sel. sekret vagina juga sedikit asam (setelah onset
menstruasi). Spermine dan seng dalam air mani menghancurkan beberapa patogen.
Laktoperoksidase merupakan enzim yang kuat ditemukan dalam susu ibu. Perut
merupakan hambatan yang hebat sepanjang mukosa mensekresi asam klorida nya (0,9
<pH <3,0, sangat asam) dan protein-mencerna enzim yang membunuh patogen
banyak. perut bahkan dapat menghancurkan obat-obatan dan bahan kimia lainnya.
Flora normal adalah mikroba, terutama bakteri, yang hidup di dan di tubuh
dengan, biasanya, tidak ada efek berbahaya bagi kami. Kami memiliki sekitar 10
13 sel di dalam tubuh kita dan 10 14 bakteri, yang sebagian besar tinggal di
usus besar. Ada 10 3 -10 4 mikroba per cm 2 pada kulit (Staphylococcus aureus,
Staph,. Epidermidis diphtheroid, streptococci, Candida, dll). Berbagai bakteri
hidup di hidung dan mulut. Lactobacillus tinggal di lambung dan usus kecil.
Usus bagian atas memiliki sekitar 10 4 bakteri per gram, sedangkan usus besar
memiliki 10 11 per gram, dimana 95-99% adalah anaerob (anaerob adalah sebuah
mikroorganisme yang dapat hidup tanpa oksigen, sementara sebuah aerob
memerlukan oksigen.) Atau Bacteroides. Saluran urogenitary adalah ringan dijajah
oleh berbagai bakteri dan diphtheroid. Setelah pubertas, vagina dijajah oleh
aerophilus Lactobacillus bahwa glikogen fermentasi untuk mempertahankan pH
asam. Normal flora mengisi hampir semua relung ekologis yang tersedia dalam
tubuh dan menghasilkan bacteriocidins, defensin, protein kationik, dan
laktoferin yang semuanya bekerja untuk menghancurkan bakteri lain yang bersaing
untuk ceruk mereka dalam tubuh.
Bakteri penduduk bisa menjadi masalah ketika
mereka menyerbu ruang di mana mereka tidak dimaksudkan untuk menjadi. Sebagai
contoh: (a) aureus hidup pada kulit dapat memperoleh masuk ke tubuh melalui
luka kecil / nick. (B) Beberapa antibiotik, di klindamisin khususnya, membunuh
beberapa bakteri di saluran usus kita. Hal ini menyebabkan pertumbuhan berlebih
dari Clostridium difficile, yang menghasilkan kolitis pseudomembran, suatu
kondisi yang agak menyakitkan dimana lapisan dalam usus retak dan berdarah.
Fagosit adalah sel yang menarik (oleh chemotaxis), mematuhi, menelan, dan
ingests benda asing. Promonocytes dibuat di sumsum tulang, setelah itu mereka
dilepaskan ke dalam darah dan disebut monosit sirkulasi, yang akhirnya matang
menjadi makrofag (Berarti “pemakan besar”, lihat di bawah).

Beberapa makrofag terkonsentrasi di paru-paru, hati
(Kupfer sel), lapisan kelenjar getah bening dan limpa, mikroglia otak,
mesoangial sel-sel ginjal, sinovial A sel, dan osteoklas. Mereka berumur
panjang, tergantung pada mitokondria untuk energi, dan yang terbaik di
menyerang sel-sel mati dan patogen mampu hidup dalam sel. Setelah makrofag
sebuah phagocytizes sel, ia menempatkan beberapa protein tersebut, disebut
epitop, pada permukaannya-mirip pesawat tempur menampilkan hits-nya. ini
penanda permukaan berfungsi sebagai alarm untuk sel kekebalan lainnya yang
kemudian menyimpulkan bentuk penyerbu. Semua sel-sel yang melakukan hal ini
disebut presentasi antigen sel (APC).

The-tetap atau mengembara makrofag tidak
berkeliaran di pembuluh darah dan bahkan dapat meninggalkan mereka untuk pergi
ke situs infeksi di mana mereka menghancurkan jaringan yang mati dan patogen.
Emigrasi dengan menekan melalui dinding kapiler ke jaringan disebut diapedesis
atau ekstravasasi. Kehadiran histamines di lokasi infeksi menarik sel ke sumber
mereka.
sel-sel pembunuh alami bergerak dalam darah dan
getah bening terhadap pelet (menyebabkan meledak) sel kanker dan sel-sel tubuh
yang terinfeksi virus. Mereka limfosit butiran besar yang menempel pada
glikoprotein pada permukaan sel yang terinfeksi dan membunuh mereka.
Plmorphonuclear neutrofil, juga disebut polys
untuk jangka pendek, adalah fagosit yang tidak mitokondria dan mendapatkan
energi dari glikogen yang tersimpan. Mereka adalah nondividing, berumur pendek
(paruh 6-8 jam, umur 1-4 hari), dan memiliki inti tersegmentasi]. The [gambar
di bawah ini menunjukkan phagocytizing neutrofil bakteri, dengan warna kuning.
Mereka merupakan 50-75% dari seluruh leukosit. Para neutrofil memberikan
pertahanan utama terhadap pyogenic (pembentuk nanah) bakteri dan yang pertama
di tempat kejadian untuk melawan infeksi. Mereka diikuti oleh makrofag
berkeliaran sekitar tiga sampai empat jam kemudian.
Sistem komplemen adalah plasma dipicu sistem
enzim utama. Ini mantel mikroba dengan molekul yang membuat mereka lebih rentan
terhadap terperosok oleh fagosit meningkatkan permeabilitas Vascular. Mediator
permeabilitas kapiler untuk memungkinkan plasma yang lebih dan melengkapi
cairan mengalir ke lokasi infeksi juga. Mereka mendorong polys untuk mematuhi
dinding kapiler (pinggiran) dari mana mereka dapat masuk melalui dalam hitungan
menit untuk tiba di daerah yang rusak. Setelah fagosit melakukan pekerjaan
mereka, mereka mati dan mereka "mayat-mayat," kantong-kantong
jaringan yang rusak, dan nanah bentuk cair.
Eosinofil tertarik untuk sel dilapisi dengan
pelengkap C3B, di mana mereka melepaskan protein dasar mayor (MBP), protein
kationik, perforins, dan metabolit oksigen, yang semuanya bekerja sama untuk
membakar lubang dalam sel dan cacing (cacing). Sekitar 13% dari leukosit adalah
eosinofil. umur mereka sekitar 8-12 hari. Neutrofil, eosinofil, dan makrofag
semua fagosit.
sel Dendritic ditutupi dengan selaput labirin
proses yang terlihat seperti dendrit sel saraf. Kebanyakan dari mereka adalah
sangat penyajian antigen sel efisien. Ada empat tipe dasar: sel Langerhans, sel
dendritik interstisial, interdigitating sel dendritik, dan sel dendritik
beredar. perhatian utama kami akan sel Langerhans, yang ditemukan pada
epidermis dan selaput lendir, terutama di, vagina, dan rongga mulut dubur.
Sel-sel ini membuat titik antigen menarik dan efisien menyajikannya ke sel
penolong T untuk aktivasi mereka]. [Akun ini, sebagian, untuk transmisi HIV
melalui kontak seksual.
Setiap sel dalam sistem kekebalan tubuh bawaan
untuk mengikat antigen menggunakan pengenalan reseptor-pola. Reseptor ini
dikodekan di garis kuman setiap orang. kekebalan ini diwariskan dari generasi
ke generasi. Selama pembangunan manusia ini terkait molekul reseptor untuk
pola-patogen telah berevolusi melalui seleksi alam untuk lebih spesifik dengan
karakteristik tertentu dari kelas luas organisme menular. Ada beberapa ratus
reseptor dan mereka mengakui pola lipopolisakarida bakteri, peptidoglikan, DNA
bakteri, dsRNA, dan zat lainnya. Jelas, mereka ditetapkan untuk menargetkan
baik-negatif dan Gram-positif bakteri Gram.
d.1.1 Imunitas
adaptif atau Acquired
Limfosit datang dalam dua tipe utama: sel B dan
sel T. Darah perifer mengandung 20-50% dari limfosit beredar, sisanya bergerak
dalam sistem getah bening. Sekitar 80% dari mereka adalah sel T, sel B 15% dan
sisanya adalah sel atau dibeda-bedakan null. Limfosit merupakan 20-40% dari
tubuh leukosit tersebut. massa total mereka adalah sama seperti yang dilakukan
oleh otak atau hati.
sel B diproduksi di sel-sel batang dari sumsum
tulang, mereka memproduksi antibodi dan mengawasi imunitas humoral kekebalan.
T-sel nonantibody memproduksi adalah limfosit yang juga diproduksi di tulang
sumsum tapi peka dalam timus dan merupakan dasar sel-dimediasi . Produksi
sel-sel ini adalah yang digambarkan di bawah ini.
Bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berubah
dan dapat beradaptasi dengan lebih baik menyerang antigen menyerang. Ada dua
mekanisme adaptif mendasar:-mediated imunitas sel dan kekebalan humoral.
d.1.2 Cell-mediated imunitas
Makrofag menelan antigen, proses mereka secara
internal, kemudian menampilkan bagian mereka di permukaan mereka bersama-sama
dengan beberapa protein mereka sendiri. Ini sel T peka untuk mengenali antigen
tersebut. Semua sel yang dilapisi dengan berbagai zat. CD adalah singkatan
untuk cluster diferensiasi dan ada lebih dari seratus enam puluh cluster,
masing-masing adalah molekul kimia yang berbeda yang melapisi permukaan. CD8 +
dibaca "CD8 positif." Setiap T dan sel B memiliki sekitar 10 5 =
100.000 molekul pada permukaannya. sel B yang dilapisi dengan CD21, CD35, CD40,
dan CD45 selain molekul non-CD lainnya. Sel T memiliki CD2, CD3, CD4, CD28,
CD45R, dan non-CD molekul pada permukaannya.
Jumlah besar molekul pada permukaan limfosit
memungkinkan variabilitas yang sangat besar dalam bentuk reseptor. Mereka
diproduksi dengan konfigurasi acak pada permukaan mereka. Ada beberapa 10 18
reseptor struktural berbeda beda. Pada dasarnya, antigen bisa
menemukan-sempurna sesuai dekat dengan jumlah yang sangat kecil limfosit,
mungkin sedikitnya satu.
T sel prima di timus, di mana mereka menjalani
dua proses seleksi. Proses seleksi positif pertama gulma keluar hanya sel-sel T
dengan set yang benar reseptor yang dapat mengenali molekul MHC bertanggung
jawab atas diri-pengakuan. Kemudian proses seleksi negatif dimulai dimana T
sel-sel yang dapat mengenali molekul MHC dikomplekskan dengan peptida asing
bisa lewat keluar dari timus.
Sitotoksik atau pembunuh sel T (CD8 +)
melakukan pekerjaan mereka dengan lymphotoxins melepaskan, yang menyebabkan
lisis sel tumbuh. Helper sel T (CD4 +) berfungsi sebagai manajer, mengarahkan
kekebalan respon. Mensekresikan Mereka zat kimia yang disebut limfokin yang
sitotoksik T merangsang sel B dan sel untuk dan membagi, menarik neutrofil, dan
meningkatkan kemampuan makrofag untuk menelan dan menghancurkan mikroba..
Suppressor sel T menghambat produksi sel T sitotoksik sekali mereka yang tidak
diperlukan, karena mereka lebih menyebabkan kerusakan dari yang dibutuhkan
memori T sel diprogram untuk mengenali dan merespon untuk patogen sekali itu
telah menyerang dan telah ditolak.
d.2 Imunitas
humoral
Sebuah tetapi imunokompeten belum dewasa
B-limfosit dirangsang untuk jatuh tempo apabila antigen mengikat reseptor
permukaan dan ada sel T pembantu dekat (untuk melepaskan sitokin a). Ini peka
atau bilangan prima sel B dan mengalami seleksi klonal, yang berarti
mereproduksi aseksual oleh mitosis. Sebagian besar keluarga klon menjadi sel
plasma. Sel-sel ini, setelah lag awal, menghasilkan antibodi yang sangat
spesifik pada tingkat sebanyak 2.000 molekul per detik selama empat sampai lima
hari. Sel B lain menjadi tinggal memori sel-panjang.
Antibodi, disebut juga immunoglobulin atau Igs
[dengan berat molekul 150-900 Md], merupakan bagian gamma globulin dari protein
darah. Mereka adalah protein larut disekresikan oleh plasma keturunan (klon)
sel B prima. Antibodi menonaktifkan antigen oleh, (a) fiksasi komplemen
(protein menempel pada permukaan antigen dan menyebabkan lubang untuk
membentuk, yaitu, lisis sel), (b) netralisasi (mengikat ke situs tertentu untuk
mencegah lampiran-ini sama dengan mengambil parkir mereka ruang), (c)
aglutinasi (penggumpalan), (d) presipitasi (memaksa hal tdk dpt memecahkan dan
menyelesaikan keluar dari solusi), dan metode yang lebih misterius lainnya.
Konstituen globulin gamma adalah: IgG-76%,
IgA-15%, IgM-8%, IgD-1%, dan IgE-0.002% (bertanggung jawab untuk respon
autoimun, seperti alergi dan penyakit seperti arthritis, multiple sclerosis,
dan sistemik eritematosus lupus). IgG adalah antibodi-satunya yang dapat
melewati sawar plasenta untuk janin dan bertanggung jawab untuk 6 bulan
kekebalan perlindungan 3 dari bayi yang diberikan oleh ibu.

IgM adalah antibodi yang dominan dihasilkan
dalam respon kekebalan primer, sedangkan IgG mendominasi dalam respon imun
sekunder. IgM secara fisik jauh lebih besar dibandingkan imunoglobulin lainnya.

Perhatikan banyak derajat fleksibilitas dari
molekul antibodi. Ini kebebasan bergerak memungkinkan untuk lebih mudah
menyesuaikan diri dengan sudut dan celah pada antigen. Bagian atas atau Fab
(ntigen b inding) sebagian dari molekul antibodi (fisik dan tidak harus kimia)
menempel pada protein tertentu [disebut epitop] pada antigen antibodi. Dengan
demikian mengakui dan tidak epitop antigen keseluruhan. Daerah Fc adalah
crystallizable dan bertanggung jawab untuk fungsi efektor, yaitu, akhir yang
sel-sel imun dapat melampirkan.
Agar Anda berpikir bahwa ini adalah
bentuk-satunya antibodi yang dihasilkan, Anda harus menyadari bahwa sel-sel B
dapat memproduksi sebanyak 10 14 berbeda bentuk conformationally.
Proses di mana sel T dan sel B berinteraksi
dengan antigen diringkas dalam diagram di bawah ini.
Dalam mengetik darah sistem ABO, ketika sebuah
antigen A hadir (dalam orang darah tipe A), tubuh menghasilkan antibodi anti-B,
dan juga untuk B antigen. Darah seseorang jenis AB, memiliki keduanya antigen,
maka telah antibodi tidak. Dengan demikian orang yang dapat ditransfusikan
dengan semua jenis darah, karena tidak ada antibodi untuk menyerang antigen
darah asing. Seseorang darah tipe O memiliki antigen tidak namun kedua antibodi
dan tidak bisa menerima AB, A, atau golongan darah B, tetapi mereka dapat menyumbangkan
darah untuk digunakan oleh siapa pun. Jika seseorang dengan tipe darah A darah
yang diterima dari tipe B, tubuh anti-B antibodi yang akan menyerang sel-sel
darah baru dan kematian akan menjadi dekat.
Semua mekanisme ini bergantung pada lampiran
dan sel reseptor antigen. Karena ada banyak, banyak reseptor bentuk tersedia,
leukosit berusaha untuk mengoptimalkan tingkat pertemuan antara kedua reseptor.
Jumlah ini “best fit” reseptor mungkin sangat kecil, bahkan beberapa sebagai
sel tunggal. Hal ini membuktikan kekhasan interaksi. Namun demikian, sel-sel
dapat mengikat pada reseptor yang fit kurang dari optimal bila diperlukan. Hal
ini disebut sebagai-reaktivitas silang. Cross-reaktivitas memiliki
batas-batasnya. Ada banyak reseptor yang virion tidak mungkin mengikat. Sangat
sedikit virus dapat mengikat sel-sel kulit.
Desain mengimunisasi vaksin bergantung pada
kekhususan dan lintas-reaktivitas obligasi tersebut. The ikatan yang lebih
spesifik, yang efektif dan berumur panjang vaksin lebih. Vaksin cacar, yang
dibuat dari virus yang menyebabkan cacar sapi vaccinia, adalah pertandingan
yang sangat baik untuk reseptor cacar. Oleh karena itu, vaksin yang 100%
efektif dan memberikan kekebalan selama sekitar 20 tahun. Vaksin untuk kolera
memiliki fit yang relatif miskin sehingga mereka tidak melindungi terhadap
segala bentuk penyakit dan melindungi kurang dari setahun.
Tujuan dari semua vaksin adalah meningkatkan
reaksi imun primer sehingga ketika organisme lagi terkena antigen, lebih kuat
respon imun sekunder banyak yang akan diperoleh. Setiap respon imun setelah
antigen disebut respon sekunder dan memiliki
·
lag waktu yang lebih singkat,
·
lebih cepat penumpukan,
·
tingkat respons secara keseluruhan lebih
tinggi,
·
yang lebih baik “cocok” lebih spesifik atau
terhadap antigen menyerang,
·
memanfaatkan IgG bukan antibodi IgM serbaguna
besar.
F. Sistem Yang Memiliki Prioritas Pertama Dalam Tubuh
Sistem imun mempengaruhi tingkat energi kita. Sistem imun menduduki
prioritas pertama didalam tubuh kita. Mengapa? Karena mereka setiap hari
berjuang supaya kita tetap hidup. Kuman pilek yang sederhana ( dengan
kemampuannya menggandakan diri ) bisa membunuh kita jika sistem imun kita tidak
mampu menghentikannya. Setiap hari kuman memasuki tubuh kita beberapa
kali.
Masing-Masing dari mereka bisa membunuh kita. Tubuh kita secara terus menerus selalu mendapat serangan dari radikal bebas yang bisa mengakibatkan sel-sel mengalami mutasi. Macrophage mencari sel yang bermutasi ini kemudian membunuhnya. Ketika macrophage membunuh sel itu, ia segera mengeluarkan zat kimia yang menciptakan fibroblast, yang mana sangat penting untuk pembentukan sel baru.
Karena sistem imun menduduki prioritas pertama dalam tubuh kita, ia ada
diurutan teratas untuk mendapatkan sumber daya tubuh kita ketika kita sedang
mendapat serangan. Coba pikirkan tentang bagaimana rasanya ketika kita sedang
sakit. Kebanyakan yang kita rasakan bukan dari kuman yang ada didalam tubuh
kita, tetapi itu adalah dari reaksi dari sistem imun kita.
Sistem imun kita menggunakan vitamins, mineral, energi selular, oksigen, hormon, dan banyak dari sumber daya tubuh kita yang lain. Ketika tubuh kita sedang diserang, sistem imun akan mengalirkan semua sumber daya tubuh kita, sehingga menyebabkan kita merasa lelah dan lemah.
Sistem imun kita menggunakan vitamins, mineral, energi selular, oksigen, hormon, dan banyak dari sumber daya tubuh kita yang lain. Ketika tubuh kita sedang diserang, sistem imun akan mengalirkan semua sumber daya tubuh kita, sehingga menyebabkan kita merasa lelah dan lemah.
Bahkan orang yang sehat memerlukan bantuan dari luar untuk membantu sistem
imunnya, yang mana secara terus menerus bekerja keras agar kesehatan individu
tersebut tetap terjaga. Pertimbangkan ini.
Sistem imun harus berfungsi pada kisaran 60-70% dari kapasitasnya sedemikian sehingga ketika ada kuman yang memasuki tubuh atau ada sel yang bermutasi, mereka dapat meningkatkan aktivitasnya dengan cepat untuk mengalahkan ancaman tersebut. Ketika sistem imun bekerja pada kisaran 90-100% dari kapasitasnya dikarenakan stress, polusi atau beberapa alasan lain, maka sistem yang lain dalam tubuh kita akan menderita atau mengalami penuaan dini.
Sistem imun harus berfungsi pada kisaran 60-70% dari kapasitasnya sedemikian sehingga ketika ada kuman yang memasuki tubuh atau ada sel yang bermutasi, mereka dapat meningkatkan aktivitasnya dengan cepat untuk mengalahkan ancaman tersebut. Ketika sistem imun bekerja pada kisaran 90-100% dari kapasitasnya dikarenakan stress, polusi atau beberapa alasan lain, maka sistem yang lain dalam tubuh kita akan menderita atau mengalami penuaan dini.
Transfer factor mempunyai peran yang sangat sentral terhadap semua
aktivitas ini. Transfer factor bahkan dilibatkan dalam tingkatan antioxidants
didalam tubuh kita dan didalam sel-sel kita seperti glutathione, catalase, dan
asam ascorbic. Transfer factor alami tubuh kita hanya dilibatkan pada tingkatan
glutathione-S-transferase, sebuah agen dasar detoxification didalam sel tubuh
kita.
G. Pentingnya Sistem Imun Yang Seimbang
Mutlak diperlukan sistem imun yang seimbang agar tubuh kita selalu sehat.
Sebenarnya sebab timbulnya penyakit dibagi menjadi dua :
H. Penyakit akibat sistem imun lemah
Jika sistem imun lemah, maka bibit penyakit leluasa memasuki tubuh. Akibatnya timbullah penyakit seperti : Hipertensi, Jantung, Ginjal, Stroke, Kanker, Diabetes, Flu Babi, Flu Burung, dll.
Jika sistem imun lemah, maka bibit penyakit leluasa memasuki tubuh. Akibatnya timbullah penyakit seperti : Hipertensi, Jantung, Ginjal, Stroke, Kanker, Diabetes, Flu Babi, Flu Burung, dll.
Penyakit akibat sistem imun bekerja terlalu aktif
Jika sistem imun terlalu aktif maka yang terjadi adalah sistem imun yang menyerang agen yang bukan bibit penyakit, hingga timbullah penyakit seperti : Alergi, Asthma, Multiple Sclerosis, Psoriasis, Rematik, Asam Urat, Lupus, dll.
Jadi sistem imun yang optimal adalah yang mengetahui kapan harus bekerja dan kapan harus beristirahat.
Jika sistem imun terlalu aktif maka yang terjadi adalah sistem imun yang menyerang agen yang bukan bibit penyakit, hingga timbullah penyakit seperti : Alergi, Asthma, Multiple Sclerosis, Psoriasis, Rematik, Asam Urat, Lupus, dll.
Jadi sistem imun yang optimal adalah yang mengetahui kapan harus bekerja dan kapan harus beristirahat.
I. SISTEM KERJA SISTEM IMUN
Ketika bakteri, virus atau jamur memasuki tubuh kita, lusinan sel imun,
molekul dan zat kimia tubuh segera beraksi dan saling bekerja sama untuk
menghancurkan para penyerbu tersebut berikut sel-sel yang telah terinfeksi yang
bisa menjadi kanker.
Saat para penyerbu telah dihancurkan, para prajurit sistem imun akan menurunkan aktifitasnya dan kemudian tenang kembali. Jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah penyakit autoimun seperti Lupus, MS, Diabetes tipe 1, Crohn, rheumatoid arthritis, dan lebih dari 100 penyakit autoimun lainnya.
Saat para penyerbu telah dihancurkan, para prajurit sistem imun akan menurunkan aktifitasnya dan kemudian tenang kembali. Jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah penyakit autoimun seperti Lupus, MS, Diabetes tipe 1, Crohn, rheumatoid arthritis, dan lebih dari 100 penyakit autoimun lainnya.
Contoh kasus bagaimana sistem imun tubuh bekerja bagi kita
1. Misalnya pada waktu tangan kita tersayat pisau, segala macam bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terbuka tsb. sistem imun tubuh kita langsung meresponnya dan menghalau penyerang itu sambil kulit berusaha untuk menyembuhkan dirinya dan menutup lukanya. Kadang-kadang kuman yang harus dihadapi lebih banyak dan sistem imun kita dalam kondisi tidak optimal sehingga ada kuman bisa juga lolos. Maka jadilah luka yang infeksi, bernanah dan bengkak. Nanah dan bengkak itu juga menandakan bahwa sistem imun tubuh kita sedang terus bekerja.
2. Setiap hari kita menghirup ribuan kuman-kuman (bisa bakteri dan virus) yang ada di udara. Sistem imun tubuh kita bisa menanganinya tanpa masalah. Contoh pilek/batuk, ini menandakan dengan jelas dan nyata bahwa sistem imun tubuh kita gagal menghalangi/menghalau penyerang masuk ke dalam tubuh.
3. Setiap hari kita memakan ratusan kuman melalui makanan yang kita makan, dan kebanyakan dari kuman itu mati di air liur atau di keasaman lambung. Tetapi kadang-kadang, ada juga kuman yang lolos, sehingga kita menjadi diare atau muntah-muntah.
4. Ada juga penyakit yang disebabkan oleh karena sistem imun yang bekerja tidak sesuai harapan atau dengan cara yang salah sehingga menimbulkan masalah, misalnya alergi. Allergi hanyalah sebuah reaksi terhadap rangsangan tertentu di mana bagi orang lain tidak mempunyai reaksi sama sekali.
5. Ada lagi penyakit autoimmun ( sistem imun yang menyerang tubuh yang seharusnya dia lindungi ), disebabkan karena adanya kesalahan sistem imun.
1. Misalnya pada waktu tangan kita tersayat pisau, segala macam bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terbuka tsb. sistem imun tubuh kita langsung meresponnya dan menghalau penyerang itu sambil kulit berusaha untuk menyembuhkan dirinya dan menutup lukanya. Kadang-kadang kuman yang harus dihadapi lebih banyak dan sistem imun kita dalam kondisi tidak optimal sehingga ada kuman bisa juga lolos. Maka jadilah luka yang infeksi, bernanah dan bengkak. Nanah dan bengkak itu juga menandakan bahwa sistem imun tubuh kita sedang terus bekerja.
2. Setiap hari kita menghirup ribuan kuman-kuman (bisa bakteri dan virus) yang ada di udara. Sistem imun tubuh kita bisa menanganinya tanpa masalah. Contoh pilek/batuk, ini menandakan dengan jelas dan nyata bahwa sistem imun tubuh kita gagal menghalangi/menghalau penyerang masuk ke dalam tubuh.
3. Setiap hari kita memakan ratusan kuman melalui makanan yang kita makan, dan kebanyakan dari kuman itu mati di air liur atau di keasaman lambung. Tetapi kadang-kadang, ada juga kuman yang lolos, sehingga kita menjadi diare atau muntah-muntah.
4. Ada juga penyakit yang disebabkan oleh karena sistem imun yang bekerja tidak sesuai harapan atau dengan cara yang salah sehingga menimbulkan masalah, misalnya alergi. Allergi hanyalah sebuah reaksi terhadap rangsangan tertentu di mana bagi orang lain tidak mempunyai reaksi sama sekali.
5. Ada lagi penyakit autoimmun ( sistem imun yang menyerang tubuh yang seharusnya dia lindungi ), disebabkan karena adanya kesalahan sistem imun.
Mengapa Anda Harus Peduli Terhadap Sistem Imun Anda ?Apakah anda mengetahui
apa yang akan terjadi pada tubuh anda ketika sistem imun anda tidak lagi
melindungi tubuh anda dari para penyerang. Kebanyakan ancaman yang mengancam
sistem imun tidak terlihat oleh kita, tetapi pengaruh yang ditimbulkan lebih
dari apa yang kita bayangkan.
Sel-sel imun menyebar diseluruh tubuh kita, termasuk kulit, node limpa dan darah. Dari masalah sepele, seperti luka kecil pada kulit kita sampai skala besar seperti melawan efek dari radikal bebas, ketepatan dan keefektifan komunikasi dan koordinasi antar sel menjadi kunci kesehatan sistem imun.
Walaupun beberapa produk di pasaran menyediakan nutrisi untuk sel-sel imun, namun apa yang sebenarnya sistem imun butuhkan (dan apa yang telah 4Life Transfer Factor berikan) adalah mendidik dan mengarahkan sistem imun agar bekerja optimal dalam menjaga tubuh kita.
Ketika sistem imun anda dalam kondisi prima, efeknya andapun dalam kondisi prima, anda mampu untuk melakukan apapun yang anda inginkan. Tetapi ketika fungsi sistem imun melemah karena kurang tidur, lingkungan yang tidak ramah, diet yang buruk, atau tingkat stress yang tinggi, sistem imun tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Dan ketika sistem imun tidak dapat melaksanakan tugasnya, maka saat itu anda langsung merasakan akibatnya.
Anda seharusnya peduli terhadap sistem imun anda, karena sistem imun anda begitu peduli terhadap anda, dia selalu setia menjaga tubuh anda tanpa berhenti sedikitpun.
Semakin Anda Peduli Terhadap Sistem Imun Anda, maka Sistem imun Anda Akan Semakin peduli Terhadap Anda Ia Akan Menjaga Kesehatan Anda Tanpa Batas.
Sel-sel imun menyebar diseluruh tubuh kita, termasuk kulit, node limpa dan darah. Dari masalah sepele, seperti luka kecil pada kulit kita sampai skala besar seperti melawan efek dari radikal bebas, ketepatan dan keefektifan komunikasi dan koordinasi antar sel menjadi kunci kesehatan sistem imun.
Walaupun beberapa produk di pasaran menyediakan nutrisi untuk sel-sel imun, namun apa yang sebenarnya sistem imun butuhkan (dan apa yang telah 4Life Transfer Factor berikan) adalah mendidik dan mengarahkan sistem imun agar bekerja optimal dalam menjaga tubuh kita.
Ketika sistem imun anda dalam kondisi prima, efeknya andapun dalam kondisi prima, anda mampu untuk melakukan apapun yang anda inginkan. Tetapi ketika fungsi sistem imun melemah karena kurang tidur, lingkungan yang tidak ramah, diet yang buruk, atau tingkat stress yang tinggi, sistem imun tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Dan ketika sistem imun tidak dapat melaksanakan tugasnya, maka saat itu anda langsung merasakan akibatnya.
Anda seharusnya peduli terhadap sistem imun anda, karena sistem imun anda begitu peduli terhadap anda, dia selalu setia menjaga tubuh anda tanpa berhenti sedikitpun.
Semakin Anda Peduli Terhadap Sistem Imun Anda, maka Sistem imun Anda Akan Semakin peduli Terhadap Anda Ia Akan Menjaga Kesehatan Anda Tanpa Batas.
BAB III PENUTUP
A.KESIMPULAN
Sistem imun terdiri
dari ratusan mekanisme dan proses yang berbeda yang semuanya siap bertindak
begitu tubuh kita diserang oleh berbagai bibit penyakit seperti virus, bakteri,
mikroba, parasit dan polutan. Sebagai contoh adalah cytokines yang mengarahkan
sel-sel imun ke tempat infeksi, untuk melakukan proses penyembuhan.
B.
SARAN
Karena di hari ini kita
hidup di lingkungan yang selalu dikelilingi oleh berbagai ancaman bibit
penyakit maka memiliki dan memelihara Sistem imun yang sehat & optimal
menjadi sangat penting.